Friday, May 18, 2012

Kronologi Takluknya Negara pada Premanisme

Kronologi Takluknya Negara pada Premanisme



2 Juni 2008
*SBY : " NEGARA TIDAK BOLEH KALAH....!!! "*



---Quote---
*Insiden Monas, Negara Tak Boleh Kalah!*

M Budi Santosa - Okezone
Selasa, 3 Juni 2008 14:17 wib

MINGGU 1 Juni 2008, terjadi insiden di Lapangan Monas, Jakarta. Usai melakukan aksi demonstrasi menentang kenaikan harga BBM, massa Laskar Pembela Islam terlihat menyerang massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Massa AKKBB kalah banyak.

Insiden bentrokan ini jelas insiden yang mencoreng wajah damai negeri ini. Kalau pun tidak mau terjebak pada idiom Islam dan Non-Islam, setidaknya rasa damai anak bangsa tercabik-cabik. Tak ayal suara sinis mengarah ke Laskar Pembela Islam yang didalamnya terdapat unsur FPI.

Presiden SBY pun meradang. Pada Senin 2 Juni kemarin, presiden pun menggelar rapat koordinasi di kantor Menko Polkam. Dalam kesempatan jumpa pers, dengan mimik serius dan nada tinggi, presiden menyatakan, "Negara tidak boleh kalah dengan perilaku kekerasan. Negara harus menegakkan tatanan yang berlaku untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia."

Ya, negara tidak boleh kalah. Pernyataan lugas dan mengandung arti dalam. Negara ini harus tertib hukum. Tidak boleh suatu kelompok atau pribadi yang bebas hukum, jika mereka terbukti melanggarnya. Efek jera harus diberikan. Disinilah peran kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya diuji.

Beranikah polisi? Mesti berani. Pernyataan presiden sudah sangat jelas, bahwa

Selengkapnya..... (http://techno.okezone.com/read/2008/06/03/59/115142/insiden-monas-negara-tak-boleh-kalah)
---End Quote---

10 Februari 2011

*SBY : " BUBARKAN ORMAS PERUSUH........!!! "*



---Quote---
Selengkapnya pernyataan presiden SBY yang menjadi judul kutipan langsung harian Kompas:

SBY: Bubarkan Ormas Perusuh

Kamis, 10 Februari 2011 | 03:19 WIB

Kupang, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan aparat penegak hukum agar mencari jalan secara sah dan legal untuk membubarkan organisasi massa perusuh ataupun kerumunan massa pembuat kerusuhan. Sebab, demokrasi bukanlah hutan rimba, tetapi harus ada aturan mainnya.

"Jaga kerukunan antarumat beragama. Jika ada kelompok atau organisasi resmi yang selama ini terus melakukan aksi kekerasan yang tak hanya meresahkan masyarakat luas, tetapi nyata-nyata banyak menimbulkan korban, penegak hukum agar mencarikan jalan yang sah atau legal, jika perlu dilakukan pembubaran atau pelarangan,” kata Presiden pada peringatan Hari Pers Nasional Ke-65 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (9/2).

Penegasan Presiden itu mendapat aplaus dari sekitar 2.000 hadirin. Presiden mengaku prihatin terhadap kasus kekerasan atas nama agama, sebagaimana terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah, dalam waktu satu minggu lalu. ”Kalau ini kita biarkan, Indonesia bisa setback, mengalami kemunduran ke era sebelumnya pada 1998-2003. Karena konflik waktu itu sering terjadi dan di mana-mana dengan banyak korban. Untuk memulihkannya butuh waktu bertahun-tahun,” katanya.

Kepala Negara menjelaskan, meski dalam era demokrasi kita menjunjung tinggi kebebasan berbicara dan berkumpul, kita tak boleh memberikan ruang untuk melakukan serangan, bahkan pembunuhan. Semua jelas pelanggaran hukum.

Presiden mengingatkan, ”Jika ada massa berkumpul dalam jumlah banyak, yang diketahui melakukan tindakan atau serangan kepada pihak lain, apa pun alasannya, semua itu perlu dibubarkan oleh aparat keamanan dan penegak hukum sesuai norma hukum dan demokrasi.”

Presiden menegaskan, demokrasi tidak berarti hukum rimba, tidak ada aturan main. Semua ada pranata.

Kalangan pers, menurut Presiden, perlu mendukung upaya memperkokoh kerukunan antarumat beragama di negeri ini. Kita harus mencegah aksi kekerasan dari kelompok atau organisasi mana pun yang merobek atau menghancurkan kerukunan antarumat.

”Saya telah perintahkan polisi dan komando teritorial untuk bertindak all out dan menangkap semua pihak yang terlibat. Polisi harus berani mengungkap siapa dalang di balik kasus ini dan memberikan sanksi hukum setimpal,” ujar Presiden.

Seusai acara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menambahkan, pernyataan Presiden itu tidak mengarah pada kelompok organisasi tertentu. Jika ada kelompok masyarakat atau organisasi apa pun yang melanggar UU, harus dibubarkan.

Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD menilai, pernyataan Presiden tidak untuk membubarkan organisasi tertentu, tetapi membubarkan kerumunan massa agitatif. Namun, ia mengakui, selama ini negara menunjukkan kelemahan sehingga menimbulkan kesan kalah terhadap kerumunan brutalitas ini.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menambahkan, organisasi masyarakat yang terbukti melakukan kekerasan harus dibubarkan. Namun, tentu harus ada fakta dan bukti, baru bisa diambil tindakan. ”Yang punya fakta itu petugas di lapangan,” katanya di Jakarta, Rabu.

Tanpa fakta dan bukti, menurut Gamawan, organisasi tak bisa dibubarkan begitu saja.

Ketua Setara Institute Hendardi mengingatkan, pemerintah tidak bisa membubarkan organisasi massa. Hal itu tak sejalan dengan prinsip kebebasan berekspresi. Yang bisa dilakukan pemerintah adalah memeriksa pimpinan organisasi massa yang mengusung aspirasi intoleran dan aktif melakukan kekerasan.

Selengkapnya...... (http://www.pedomannews.com/nasional/berita-nasional/sosial-budaya/2895-sby)


(KOR/ANS/HRD/RZF/WHO/edn/EGI/SON/WEN/EKI/PRA/ABK/ZAL/ANO/LOK/NWO/ina/har/nta/tra)

Penulis: Red

SUMBER (http://www.pedomannews.com/nasional/berita-nasional/sosial-budaya/2895-sby)
---End Quote---

12 Mei 2012
*Habib Rizieq Sebut Lady Gaga Penyembah Lucifer
dan Akan Bubarkan Konsernya
*

---Quote---
Ketua Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab mengaku tak akan mengubah sikapnya soal Konser penyanyi Lady Gaga yang rencananya berlangsung di Jakarta, Minggu 3 Juni 2012 mendatang. Rizieq mengancam akan membubarkan konser jika promotor tetap menggelar konser.

"Saya akan kerahkan umat Islam Jakarta untuk membubarkan konser itu," kata Habib Rizieq saat menjadi pembicara dalam Milad Gerakan Pemuda Kabah se Jawa Tengah, di Kaloran, Temanggung, Sabtu 12 Mei kemarin. " Mengapa? Karena Lady Gaga merupakan penyembah Lucifer."

Lucifer, kata Rizieq, adalah nama iblis dalam Bibel. Lady Gaga, kata Habib Rizieq lagi, sudah menyatakan akan mengikat Kerajaan Iblis di seluruh dunia. " Jadi kalau dia pentas, saya kerahkan umat untuk membubarkannya."

Habib Rizieq mengaku telah mempelajari betul siapa dan bagaimana Lady Gaga.

Selengkapnya..... (http://www.eramuslim.com/berita/nasional/habib-rizieq-sebut-lady-gaga-penyembah-lucifer-dan-akan-bubarkan-konsernya.htm)
---End Quote---

16 Mei 2012
*MABES POLRI : " MASIH DIKAJI....... "
*

---Quote---
Si Lady Gagal Konser?

Lady Gaga. Foto: Reuters/Mario
JAKARTA---Para Little Monster tak perlu merasa resah dulu. Konser Lady Gaga belum tentu gagal. Mabes Polri menegaskan acara itu masih dikaji. "Sekarang ini belum ada izinnya. Jadi belum kita keluarkan surat izinnya," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution di Jakarta kemarin. Mabes Polri sudah menerima rekomendasi pembatalan dari Polda Metro Jaya. Namun, otoritas tertinggi tetap di Mabes Polri.

Menurut Saud, banyak pihak yang menyarankan konser Lady Gaga digagalkan. Diantaranya dari organisasi masyarakat, partai politik dan organisasi keagamaan. "Kita tentu harus mendengarkan aspirasi masyarakat," katanya.

Mantan Kadensus 88 Mabes Polri itu menjelaskan, tanpa izin polisi konser tak boleh dilakukan, dan jika nekad bisa dibubarkan. "Pada prinsipnya Polda Metro Jaya selaku penanggung jawab wilayah Jakarta tidak memberikan rekomendasi untuk melaksanakan konser disini," katanya.

Beragam organisasi masyarakat telah menyerahkan surat penolakan kepada Sekretariat Negara, surat itu berisi permintaan kepada presiden agar Lady Gaga tidak konser di Jakarta. "Mereka minta kepada presiden agar Lady Gaga tidak konser di Jakarta. Sehingga dari surat tersebut dan setneg melanjutkan kepada Polda agar dipertimbangkan untuk mengambil sebuah kebijakan,"katanya.

Saud juga menjelaskan bahwa sudah ada pernyataan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tidak mendukung dan menolak karena Lady Gaga dianggap tidak pantas dan bertentangan dengan agama. Selain MUI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Front Pembela Islam (FPI) yang juga menolak adanya konser tersebut. "Itu tadi, Polri akan mendengarkan aspirasi masyarakat," katanya.

Secara terpisah, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengungkapkan, ada surat yang masuk ke Sekretariat Negara (Setneg) berkaitan dengan konser Lady Gaga. Namun surat tersebut tidak sampai berada di meja

Selengkapnya........ (http://www.jpnn.com/read/2012/05/16/127517/Si-Lady-Gagal-Konser)
---End Quote---
Bagaimana selanjutnya akhir drama ini ?

Tergantung keputusan Kepolisian :
- Memihak negara Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika atau sekelompok masyarakat yang anti Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
- Menjalankan perintah Presiden atau Membangkang.
- Melayani dan melindungi masyarakat atau melayani dan melindungi para pengancam keamanan.

Kita tunggu......
Source :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=14532820&goto=newpost

No comments:

Post a Comment